Menjelang Kiamat Wanita Banyak Yang Jablai

Posted on 2 Oktober 2009. Filed under: Wanita |

Apa yang terjadi jika populasi wanita jauh lebih banyak dari lelakinya ? Lebih enak, lebih mak nyuuuus, atau lebih susah ? Yang jelas banyak wanita tidak akan dapat jodoh. Apalagi kalau poligami dilarang2. Pada saat itu, seorang lelaki dikerumuni oleh banyak wanita. Pada saat itu, banyak wanita yang “gatal”, jablai (jarang dibelai), rindu akan kasih sayang seorang lelaki. Banyak wanita yang telanjang berkeliaran di jalan2 untuk mendapatkan jodoh. Ada yang menginginkan untuk hidup di masa itu, ada juga yang memilih untuk tidak hidup di masa itu. BBM (Benar Benar Malu) akan berubah menjadi BBN (Benar Benar Nekat). Banyak orang tidak punya malu lagi.

Lelaki bak “raja minyak” yang kaya raya, hidupnya dikelilingi wanita cantik. Tapi pada masa itu, minyak bumi mungkin sudah habis. Karena minyak sudah habis, maka BBM (Bahan Bakar Minyak) akan diganti dengan BBN (Bahan Bakar Nabati).

Oleh sebab itu, penelitian tentang BBN memanglah harus segera dimulai dari sekarang. Wacana yang menyatakan bahwa BBN itu memang banyak untungnya dari segi lingkungan hidup harus terus digembar gemborkan. BBM pada saatnya akan habis digantikan oleh BBN. Oleh sebab itu segala macam bahan nabati harus diteliti, mana2 yang kandungan minyaknya banyak harus mulai dikembangkan. Tanaman transgenik untuk mendongkrak kandungan minyak harus diteliti dan dikembangkan. Maka mau tidak mau ilmu Bioteknologi dan bioenergi harus mulai dipelajari dari sekarang. Kalau anda mau jadi raja minyak, kuasailah ilmu itu. Raja minyak masa depan adalah raja minyak BBN. Bukan raja minyak yang benar-benar nekat, tapi raja minyak yang bahan bakarnya dari nabati atau hayati. apakah itu jarak pagar, nyamplung, algae atau apa saja yang dapat dikembangkan jadi BBN ya kembangkan saja. Tapi itu perlu waktu. Perlu dana untuk penelitian. Perlu masa yang panjang dan modal yang banyak untuk jadi seorang raja minyak.

Kembali kepada sex ratio manusia, 1:50 itu sudah kebanyakan untuk ukuran manusia. Kalau hewan (serangga DLL) ada yang jantannya nol, artinya populasinya wanita (betina) semua, ya gak masalah. Karena hewan tidak punya budaya. Karena hewan tidak perlu agama. Karena hewan tidak punya rasa malu. Tapi kalau manusia ??? Manusia punya agama, apapun agamanya, ada yang poligami ada yang tidak boleh poligami. Wanita pada saat itu harus bisa-bisa “membagi” dengan yang lain. Kalau tidak, maka akan terjadi cekcok, dan perang antar wanita, memperebutkan pejantan tangguh.

Sebetulnya ada Lho cabang ilmu yang dapat mengatur keturunan kita, apa mau punya anak laki atau perempuan. Makanan apa yang perlu diperbanyak, apa yang perlu dikurangi, kalau sepasang pengantin ingin punya anak laki atau perempuan bisa diatur dari makanannya. Bagaimana supaya dapat anak laki, atau bagaimana sudaha dapat anak perempuan. Ada tuh ilmunya, lagi2 peran Bioteknologi, wa bil khusus bioteknologi makanan, It’s not just about food science…, It’s fun… kata mahasiswa saya 🙂

Ada juga masalah Kloning, perkembang biakan hanya dari satu sel saja. Cara ini hanya bisa diterapkan untuk tumbuhan. Dari satu sel tumbuhan dapat dikembangkan menjadi tanaman baru. Dari selembar daun, dapat dikembangkan menjadi ribuan atau jutaan tanaman baru melalui kultur jaringan atau tissue culture. Untuk hewan dan manusia, mungkin bisa saja dikembangkan, tapi itu pun masih kontroversi. Pemuka2 agama banyak yang tidak setuju. Kloning pada hewan atau manusia masih tetap perlu rahim ibu. tidak semudah itu mengembangkan manusia hanya dari satu sel bagian tubuh manusia. Bisa2 heboh banget ini dunia. Untuk perkembangan embrionya, manusia dan hewan masih perlu penggabungan sel jantan dan betina. Jadi perkembangbiakan vegetatif pada manusia atau hewan sangat hampir mustahil.

Kembali lagi ke sex ratio yang 1:50 itu, mau tidak mau, manusia harus kembali kepada ajaran agama, supaya hidup tidak kacau balau. Wanita harus berpakaian yang sopan, untuk menghindari zina dan perselingkuhan. Pria juga harus punya iman yang super tangguh, supaya tidak tergoda wanita yang super agresif.

Sex ratio, atau nisbah kelamin, yang menjurus ke 1:50 itu sudah mulai kelihatan. Mungkin saja, 90 persennya adalah wanita, yang pria hanya 10 persen atau bahkan kurang. Ini buktinya :

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: